Rahasia Yang Maha Indah: Belajar Hidup Berkah dari Kekasih Allah

Rahasia Yang Maha Indah karya Ibn Athaillah al-SakandariGaya bahasa buku ini terasa sangat indah dan materinya teramat berharga—memancarkan sisi ruhani yang menjadi ciri khas tulisan para wali Allah. Dengan melihat para wali Allah, kita akan teringat kepada Allah. Dengan membaca karya-karya mereka, kita akan dituntun dan dibimbing menuju Allah.”
Dr. Abdul Halim Mahmud, Guru Besar Universitas al-Azhar, Kairo

Perjumpaan dengan Yang Mahalembut, Yang Mahakuasa, dan Yang Mahakasih acap kali memahatkan jejak yang teramat indah dan mulia pada hati setiap hamba. Kerap kali mereka tak bisa mengungkapkan pengalaman batin mereka dengan kata-kata. Apa yang terucap tak selamanya menggambarkan yang teralami. Syair, hikayat, dan munajat sering mereka jadikan sarana untuk mengungkapkan apa yang dirasa. Karena itulah keindahan dan kehalusan senantiasa mewarnai karya-karya para wali.

Rahasia Yang Maha Indah karya Ibn Athaillah al-SakandariKeindahan dan keluwesan itulah yang kita rasakan ketika membaca karya-karya Ibn Athaillah, termasuk Lathaiif al-Minan yang ada di tangan pembaca. Rahasia yang mahaindah dan misteri yang mahacantik tak bisa diungkapkan kata-kata. Namun, dengan tulus hati, Ibn Athaillah memberi kita kunci untuk membuka pintu-pintu khazanah yang selama ini hanya misteri. Dengan gaya tutur yang menawan, ia mengajak kita menapaki Jalan Ilahi. Ia menuntun kita menghindari jurang dan palung kesesatan. Kedalaman makna Alquran dan hadis yang mulia disajikan dengan cara yang paling memesona. Jika Muhammad Abduh bilang bahwa al-Hikam “nyaris seperti Al-Quran”, Abdul Halim Mahmud menyebut Lathaiif al-Minan adalah mutiara yang terpendam di kedalaman samudra.

Buku ini penuh berkah, karena menceritakan dua sosok agung yang telah mencapai puncak ketinggian ruhani: Abu al-Hasan al-Syadzili r.a. dan Abu al-Abbas al-Mursi r.a. Buku ini pun teramat berharga karena setiap pembaca akan mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat. Ibnu Athaillah tak melewatkan penjelasan tentang berbagai persoalan yang selama ini pelik dan sulit dipahami serta hal-hal istimewa lainnya.

Dalam buku ini, Syaikh ibn Athaillah menceritakan hubungannya dengan Abu al Abbas al Mursi. Hubungan keduanya sangat dekat, sehingga dapat tergambar dari mimpi seorang alim yang diriwayatkan Ibn Athaillah dari seorang sahabatnya.

Seorang alim dan saleh bermimpi seolah-olah ia sedang berkumpul bersama beberapa orang di sebuah pekuburan kecil. Pandangan mereka tertuju ke langit. Salah seorang dari mereka berkata, “Syekh Abu Al Hasan Al Syadzili turun dari langit dan Syekh Abu Al Abbas menunggu bersiap-siap menyambutnya.” Orang alim itu kemudian berkata, “Aku melihat Syekh Abu Al Hasan turun dari langit berpakaian putih-putih. Ketika Syekh Abu Al Abbas melihatnya, ia berdiri tegak dan bersiap menyambutnya. Syekh Abu Al Hasan kemudian tutun kepadanya dan masuk melalui ubun-ubun Syekh Abu Al Abbas, dan kemudian menghilang di dalamnya. Saat itulah aku bangun.

Dikemudian hari ditemukan bahwa Abu Al Hasan dan Abu Al Abbas memiliki kesamaan pemikiran.

Daftar Isi:

1. Memahami wali dan kewalian
2. Tentang Syekh Abu al Hasan Al Syadzili serta kesaksian para ulama dan tokoh semasanya
3. Kesaksian Syekh Abu Al Hasan dan para wali lain tentang keistimewaan Abu al-Abbas
4. Pengalaman, kedudukan dan penyingkapan syekh Abu al Abbas
5. Berbagai karakter dan keistimewaan Abu al Abbas al Mursi
6. Tafsir ayat-ayat Al Quran menurut Syekh Abu al Abbas
7. Rahasia hadist-hadist nabi
8. Penjelasan syekh Abu al Abbas tentang ucapan ahli hakikat yang sulit dipahami
9. Penjelasan syekh Abu al Abbas tentang hakikat, maqamat dan berbagai persoalan pelik lainnya
10. Zikir, doa dan hizib Syekh Abu al Abbas dan Syekh Abu Al Hasan

Komentar Atas Buku “Rahasia Yang Maha Indah: Belajar Hidup Berkah dari Kekasih Allah”

Gaya bahasa buku ini terasa sangat indah dan materinya teramat berharga—memancarkan sisi ruhani yang menjadi ciri khas tulisan para wali Allah. Dengan melihat para wali Allah, kita akan teringat kepada Allah. Dengan membaca karya-karya mereka, kita akan dituntun dan dibimbing menuju Allah.”
Dr. Abdul Halim Mahmud, Guru Besar Universitas al-Azhar, Kairo

Malamku di wajahmu bersinar terang. Sedang kegelapannya mengitari manusia. Mereka semua diliputi kegelapan. Sementara kita bersama di terang cahaya. Demi Allah, istikamahlah! Jika istikamah, kau akan menjadi mufti dalam dua mazhab: ilmu lahir dan ilmu batin.”
(Ungkapan Syekh Abu al-Abbas kepada Ibn Athaillah)

Tentang Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari

Syeikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari (w. 1309 M) hidup di Mesir di masa kekuasaan Dinasti Mameluk. Ia lahir di kota Alexandria (Iskandariyah), lalu pindah ke Kairo. Di kota inilah ia menghabiskan hidupnya dengan mengajar fikih mazhab Maliki di berbagai lembaga intelektual, antara lain Masjid Al-Azhar. Di waktu yang sama dia juga dikenal luas sebagai seorang “master” (syeikh) besar ketiga di lingkungan tarekat sufi Syadziliyah ini.

Keterangan Rinci:

Judul: Rahasia Yang Maha Indah: Belajar Hidup Berkah dari Kekasih Allah
Judul Asli: Latha’if al-Minan
Penerbit: Serambi
Tahun: 2008
Tebal : 410 halaman

Pranala:

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: